Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencari Keadilan dalam Kecelakaan, Bukan Sekadar Mencari Siapa yang Disalahkan ‎

| Minggu, Mei 31, 2026 WIB | 0 Views

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution, SH.

Oleh : Aris Rinaldi Nasution, SH.

Alinea - Setiap kecelakaan lalu lintas selalu menyisakan pertanyaan yang sama: siapa yang harus bertanggung jawab? Pertanyaan itu sering muncul seiring tuntutan keadilan dari korban maupun keluarga korban.


‎Namun dalam praktiknya, menentukan pihak yang bertanggung jawab tidak selalu sesederhana menunjuk pengemudi kendaraan atau menyalahkan korban yang berada di jalan.

‎Dalam kasus ketika pengendara sepeda motor tidak fokus dan pengguna jalan menyeberang secara sembarangan, sesungguhnya terdapat dua bentuk kelalaian yang bertemu dalam satu peristiwa.

‎Pengendara memiliki kewajiban untuk selalu waspada dan mengendalikan kendaraan dengan baik. Sementara pejalan kaki atau pengguna jalan lainnya juga memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan dirinya saat menyeberang.


‎Jika seseorang menyeberang tanpa memperhatikan kondisi lalu lintas, maka ia telah mengambil risiko yang dapat membahayakan dirinya sendiri.

‎Sebaliknya, apabila pengendara tidak fokus sehingga gagal mengantisipasi situasi di depannya, maka ia juga telah mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pengguna jalan.

‎Karena itu, dalam mencari keadilan, yang harus dilihat bukan hanya akibat yang timbul, melainkan rangkaian sebab yang melatarbelakangi kecelakaan tersebut.

‎Hukum tidak dibangun atas dasar emosi atau simpati semata, melainkan berdasarkan fakta dan tingkat kelalaian masing-masing pihak.

‎Tidak semua kecelakaan merupakan akibat dari kesalahan tunggal. Ada kalanya kecelakaan terjadi karena kesalahan bersama.

‎Dalam situasi seperti itu, pendekatan yang paling adil adalah menilai kontribusi masing-masing pihak terhadap terjadinya peristiwa.

‎Siapa yang lebih dominan lalai, siapa yang memiliki kesempatan untuk mencegah kecelakaan, dan siapa yang mengabaikan aturan keselamatan.

‎Pada akhirnya, kecelakaan lalu lintas adalah tragedi yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun tragedi tersebut sering kali lahir dari sikap abai yang dianggap sepele.

‎Oleh sebab itu, pelajaran terpenting bukan sekadar menentukan siapa yang salah, melainkan bagaimana seluruh pengguna jalan dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

‎Sebab di jalan raya, keselamatan bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab bersama. Ketika satu pihak lalai, risiko kecelakaan meningkat. Ketika dua pihak sama-sama lalai, tragedi menjadi sulit dihindari.

‎Namun ketika semua pihak mematuhi aturan dan mengedepankan kehati-hatian, keselamatan akan menjadi milik bersama. (Abi)

×
Berita Terbaru Update